Pages

Thursday, May 24, 2012

KOTA DENGAN BIAYA PARKIR TERTINGGI DI DUNIA

Kota-kota besar di dunia menerapkan peraturan dengan menaikkan biaya parkir kendaraan.

Mobil menjadi transportasi paling ideal saat ini. Selain bisa menampung cukup banyak penumpang, dengan menggunakan mobil setiap orang tidak perlu mengantre atapun berdesak-desakan menunggu bus dan kereta.

Namun di sisi lain, banyak mobil pribadi berdampak pada kemacetan dan terbatasnya lahan parkir. Alhasil, beberapa kota-kota besar di dunia menerapkan peraturan dengan menaikkan biaya parkir kendaraan.

Berikut 10 kota termahal untuk biaya parkir mobil versi automotto:

1. Kopenhagen (Denmark)
Kopenhagen merupakan salah satu kota bebas polusi di dunia. Hampir 36 persen orang yang tinggal di Kopenhagen menggunakan sepeda untuk menemani beraktivitas.

Banyak orang menggunakan sepeda dan transportasi umum sangatlah beralasan. Sebab biaya parkir mobil di kota itu US$17 per hari atau rata-rata perbulannya dapat menghabiskan US$521 atau sekitar Rp4,8 juta.

2. New York (Amerika Serikat)
Kota New York merupakan salah satu kota terpadat di dunia dan sangat menarik untuk dikunjungi. Tetapi untuk hidup di sini tidaklah murah. Kota yang dipenuhi oleh gedung pencakar langit ini menggunakan setiap inchi wilayahnya untuk menghasilkan uang.

Anda harus menyisihkan uang US$40 per hari untuk parkir. Biaya parkir bulanan di Big Apple bisa mencapai US$500 dollar atau Rp4,6 juta. Oleh karena itu, taksi menjadi kendaraan primadona di kota ini.

3. Brussels (Belgia)
Kota terbesar di Belgia ini memiliki populasi penduduk sebanyak 7.000 orang. Anda bisa menghabiskan uang US$555 atau sekitar Rp5 juta dalam sebulan hanya untuk memarkir kendaraan. Inilah salah satu alasan diluncurkannya transportasi massal Shared Cars oleh pemerintah pada tahun 2003.

4. Perth (Australia)
Kota berikutnya adalah Perth, Australia. Meskipun kota ini memiliki lahan yang sangat luas dan jumlah kepadatan penduduknya yang rendah, biaya parkir untuk kendaraan di kota ini hampir berjumlah US$568 atau sekitar Rp5,2 juta per bulan. Angka itu cukup tinggi bagi negara yang total penduduknya hanya 2 juta orang.

5. Sydney (Australia)
Sydney adalah salah satu tujuan wisata terbaik di dunia. Sydney juga termasuk dalam daftar kota dengan biaya parkir termahal setelah Perth.

Pemerintah memang mendorong masyarakat untuk menggunakan kendaraan transportasi umum. Tetapi di Sydney, sepeda menjadi trasnportasi paling disukai oleh masyarakat, khususnya di dalam kota.

 

6. Zurich (Swiss)
Ibukota Swiss ini adalah tempat berikutnya yang masuk daftar. Sebagian besar wilayah di negara ini adalah pegunungan salju, sehingga lahan yang tersedia lebih digunakan untuk membangun rumah dan gedung.

Tempat parkir di Zurich akan sangat sulit ditemukan. Kendati ada, harganya pasti akan sangat mahal. Untuk  parkir di Global Finance Centre, bisa menghabiskan biaya rata-rata per bulan sebesar US$611 atau sekitar Rp5,6 juta.

7. Roma (Italia)

Dengan biaya tarif parkir mencapai US$600 per bulan, Roma menjadi salah satu kota dengan lahan parkir termahal. Parkir mobil di Roma merupakan sebuah ujian berat bagi turis yang ingin berkunjung ke berbagai monumen bersejarah di kota ini.

Orang-orang di Roma biasanya menggunakan skuter untuk bepergian. Selain lebih efisien, biaya parkir yang dikenakan untuk skuter tidak semahal mobil.

8. Tokyo (Jepang)

Ibukota Jepang ini merupakan kota terpadat di dunia dengan jumlah penduduk lebih dari 39 juta orang. Mencari lahan kosong di kota ini hanya untuk memarkir mobil merupakan sebuah mimpi buruk.

Kalaupun menemukannya, akan dikenakan tarif rata-rata per bulan US$ 669 atau sekitar Rp6,1 juta.

9. Hong Kong

Meskipun kota kecil, Hong Kong kini telah tumbuh menjadi raksasa di pasar keuangan. Di sana tidak ada banyak tempat untuk memarkir mobil. Biaya rata-rata yang dibutuhkan tiap bulannya sekitar US$751 atau sekitar Rp6,9 juta.

10. London (Inggris)

Biaya parkir London bisa mencapai US$940 atau sekitar Rp8,6 juta setiap bulannya. Tentunya ini membuat setiap orang berpikir dua kali untuk menggunakan mobil pribadi.

0 comments:

Post a Comment