Pages

Friday, June 22, 2012

MITOS DAN FAKTA SEPUTAR KANKER SERVIKS

Headline

Perlu informasi yang benar untuk melakukan pencegahan dan tindak pengobatan lebih lanjut terhadap risiko kanker serviks atau kanker leher rahim. yang berpotensi menyerang setiap perempuan.
Namun ada sejumlah pandangan terkait penyakit yang disebabkan virus human papiloma itu yang ternyata hanya mitos. Agar Anda tidak salah dalam mendapatkan informasi dan bisa melakukan pencegahan dini terhadap kanker serviks, sebaiknya Anda mengetahui mana yang merupakan mitos dan mana yang merupakan fakta terkait kanker serviks tersebut.
1. Mitos: kanker serviks (leher rahim) sama dengan kanker rahim.
Faktanya: serviks adalah bagian paling bawah dari badan rahim. Kanker serviks adalah tumbuhnya sel-sel tidak normal pada serviks.
2. Mitos: Kanker serviks tidak perlu dikhawatirkan karena kejadiannya tidak banyak.
Faktanya: Di Indonesia, 37 perempuan terdiagnosa kanker serviks setiap harinya. Diperkirakan 20 orang perempuan Indonesia meninggal karena serviks tiap hari.
3. Mitos: kanker serviks adalah penyakit keturunan.
Faktanya: kanker serviks disebabkan oleh virus human papiloma (HPV) yang bersifat onkogenik (penyebab kanker). HPV tipe 16 dan 18 bersama-sama menyebabkan 71% kasus kanker serviks. Tipe HPV onkogenik lainnya penyebab kanker serviks adalah 31,33 dan 45 yang bersama dengan tipe 16 dan 18 menyebabkan 80 persen kasus kanker serviks.
4. Mitos: Orang yang sudah menikah atau memiliki pasangan seksual yang tetap tidak perlu khawatir terjangkit
Faktanya: Setiap perempuan dapat terinfeksi HPV semasa hidupnya. Bahkan jika telah terinfeksi tidak berarti akan terlindung dari infeksi yang berikutnya.Infeksi virus HPV dapat mengakibatkan terjadinya sel abnormal dan pra-kanker seiring berjalannya waktu dan dapat berkembang menjadi kanker.
5. Mitos: kanker serviks hanya mengancam perempuan lanjut usia
Faktanya: penyakit ini dapat menjadi ancaman semua perempuan tanpa memandang usia. Adenokarsinoma (kanker serviks yang paling agresif) merupakan kanker serviks yang lebih sering terjadi pada perempuan muda dan lebih sulit terdeteksi melalui skrining atau deteksi dini.
6. Mitos: Pemakaian kondom mencegah kanker serviks
Faktanya: kondom tidak sepenuhnya melindungi perempuan dari infeksi HPV karena penyebaran virus tidak hanya melalui penetrasi seksual tetapi bisa terjadi melalui kontak kulit ke kulit di area genital. Perempuan yang aktif secara seksual rentan terhadap infeksi HPV sepanjang hidupnya.
7. Mitos: Gejala kanker serviks mudah dilihat
Faktanya: kebanyak infeksi awal HPV dan kanker serviks stadium dini berlangsung tidak menimbulkan gejala sedikitpun sehingga penderita masih dapat menjalani kegiatan sehari-hari.
Apabila sudah stadium lanjut maka gejala yang timbul adalah, pendarahan sesudah senggama, pendarahan spontan yang terjadi antara periode menstruasi rutin, nyeri panggul dan nyeri ketika berhubungan seksual.
8. Mitos: kanker serviks tidak dapat dicegah
Faktanya: vaksinasi HPV merupakan pencegahan primer terhadap kanker serviks dengan membantu pembentukan antibodi.Papsmear merupakan pencegahan sekunder yang berfungsi mendeteksi sel abnormal atau sel prakanker.
9. Mitos: remaja putri tak perlu divaksin
Faktanya: penelitian menemukan rentang waktu sejak pertama kali berhubungan seks sampai usia 25-30 tahun merupakan periode insidensi dan prevalensi infeksi virus penyebab kanker serviks tertinggi pada perempuan.
Sehingga penting untuk memberi vaksin sejak sedini mungkin untuk mengurangi resiko mereka sebelum terinfeksi virus penyebab kanker serviks.

0 comments:

Post a Comment